Praktek Mafia Pajak atau Makelar Pajak masih ada juga Thoo..


Terungkapnya Kasus korupsi Gayus Tambunan berserta Kroninya di direktorat perPajakan kiranya tidak serta merta dapat memberangus Praktek Mafia Pajak dan Praktek-Praktek Haram di dinas Pemungutan Pajak di negeri ini,, Sebagai wajib Pajak dan Warga negara yang sok tertib Saya Pribadi sangat Menyayangkan Hal ini..

Sebagai Contoh di sebuah SamSat di Negara Indonesia tercinta ini,, Praktek Makelar Pajak di lakukan secara Terang-Terangan tanpa Tedeng aling-aling.. Saat Pertama kalinya Saya Membayar Pajak Si NaRjo,, secara tidak sengaja Saya “terjebak” Praktek Makelar Pajak oleh Oknum Orang Dalam..

Hingga Nilai Nominal yang musti Saya bayarkan kepada “si Oknum” sebesar Rp. 360.000,- dari jumlah yang seharusnya yang Hanya Rp. 323.000 saja..
Bingung nii,, baru pertamakalinya Bayar pajak di samat ini..

Waaoooww, banyak sekali selisihnya Pak..?? (tanya Saya) jawabnya,”itu ditambah biaya Administrasi dan lain-lain”.. Whaaattt..!!! Muoosook Ada juga biaya Administrasi segalaa…!!! Tapi setelah saya tanya sama Para wajib Pajak yang Taat lainnya emang begitulah yang terjadi disini,, INDONESIA BANGEETD…

Terus terang Shock juga Saya di buatnya Mas Bro,, Karena Selama Ini Saya yang Merupakan Warga Jambi Membayarkan Pajak Motor Saya Ke Samsat Bungo (Jambi).. Di Samsat Bungo Selama bertahun-tahun yang Saya alami menunaikan Kewajiban sebagai wajib Pajak “Belum Pernah” mendengar atau Sampai dikenai yang Namanya “BIAYA ADMINISTRASI” saat membayar langsung pajak Motor Saya,, Dan selama Bertahun-tahun pula Jumlah Nominal Yang Diminta Petugasnya “HANYA” Sejumlah / sesuai Nilai yang tercantum di dalam STNKnya Saja… Lebihnya paling Rp. 500,- saja,, itupun mungkin karena susahnya Uang receh sekarang..

Gimana Niii PEMERINTAH..!!!???๐Ÿ‘ฟ๐Ÿ‘ฟ

Jadi ingat dengan Janji Bapak Presiden kita dulu saat Kampanye Capres yang bilang akan Memberantas Korupsi,, tapi nyatanya Meski Gayus Tambunan Baru Saja terbongkar kasusnya.. Kok di tempat lain slow-sloew Saja,, Apakah ini bukan termasuk Kategori Korupsi..?? Lalu Untuk APAKAH Uang sejumlah “Rp. 37.000” dari pembayaran pajak Saya yang di STNK hanya Rp. 323.000,- menjadi Rp. 360.000,- yang musti Saya bayarkan Itu..

semoga curahan Hati seOrang Wajib pajak yang berusaha Menjadi warga Negara yang Baik ini,, tidak berakibat seperti kasus Prita..

*NGERI-NGERI SEDAP JUGA niii..๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Semoga hal seperti ini tidak terjadi di daerah lain Di INDONESIA RAYA ini,, Amin…

PISS..

~ oleh Hourex150L pada September 16, 2011.

22 Tanggapan to “Praktek Mafia Pajak atau Makelar Pajak masih ada juga Thoo..”

  1. saya adalah mafia pertamax๐Ÿ™‚

  2. kalo ane keduax….

  3. sama mas Mul, dulu pas KPK masih baru, di sukabumi jg tertib, terakhir bayar kemaren petugas polisi pendaftaran disamsatnya lsg minta bayaran, biasanya di loket bayar, dan ternyata memang selisih 35rb

    klo setiap hari minimal ada 1000 R2 yg perpanjang STNK, yah cukup ngeri juga jumlah nominal yg dikorupsi pegawai samsat secara berjamaah dr pimpinan sampe bawahan

  4. Bakar

  5. baru bangun dari republik mimpi ya bro ?๐Ÿ˜€

  6. Padahal pegawai samsat itu tunjangannya sudah gede

  7. marai males’i…

  8. WISS TANDA PEMERINTAH e ORA TEGES PO YOO..??!!

    LHA MAU JADI APA INDONESIA INI KEDEPANNYA..!!??

    AMMPUUUNN PEMERINTAAAHH…!!!!

  9. hehee..itu mending bro.sy kmrn majak mobil,kena charge sekitar 300rb.apa gak bikin orang nyumpah2in kl gt caranya??mental miskin pada dipiara..

  10. Baru tau direktorat jenderal pajak ngurusi pajak daerah semacam pajak kendaraan bermotor ini he3….

    • lhaaa emange beda tho Mas Bro..

      • Beda jurusan, pajak kendaraan bermotor termasuk pajak daerah yang ngurusi pemda setempat. Makanya perlakuannya beda2 wilayah satu dan lainnya.

      • oohh,, gitu ya Mas Bro.. Dengan Mrek dan tahun motor yang sama emang sih beda jumlah Nominal PKBnya,, tapi yang masuk ke kas daerah kan cuma jumlah NOminal yang tercantum di STNKnya saja thoo..?? Kalo iya Rp. 37.000 yang merupakan kelebihan Jumlah yang di minta (360 rb) dengan jmlh nominal (323 rb) masuk Kas Mana..??๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

  11. nek repot2 ngurus dewe ke kantor jangan mau mas, kecuali kita ada urusan trus titip, itu baru aku iklash , he he

  12. yah namanya juga di Endonesia mas, itu mah biasa

  13. Wah kalau sudah berurusan sama yg namanya pelayanan pemerintah bikin sakit hati, dari bikin KK, KTP, SIM, Akte, semua pakai uang pelicin.
    Parahnya lagi semua yg saya urus tsb tidak ada yg tembus/selesai 1 hari.

  14. Yah begitulah negeri ini…

  15. “Kalo iya Rp. 37.000 yang merupakan kelebihan Jumlah yang di minta (360 rb) dengan jmlh nominal (323 rb) masuk Kas Mana..?? ” ahhh masa ga tau.:mrgreen:
    Tips : minta saja kuitansinya pasti mereka jiper. He3….

    • tips nya bakalan di coba (setahun lagi๐Ÿ˜€ ) Mas Bro..

      *klo punya kwitansi Keknya Saya berani nybutin Samsat mana yang “nakal” kek gini..๐Ÿ‘ฟ

      Thankz mas Bro..

  16. wah bersyukur di kota saya ga ada praktek2 ky gt.. Alhamdulillah yah, sesuatu banget :p
    lagian cuma nambahin ; “kayanya pajak daerah sama pajak pusat” beda mas. jd di cross check dulu mas..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: