I’TIKAF


Assalamu’alaikum wr.wb.

Hallo Mas Bro -Diajeng semua,, mohon maaf kalo aktifitas Blog ini tidak seintensif sebelumnya..

I’tikaf adalah berdiam di dalam Masjid dengan di sertai Niat untuk I’tikaf,, Menurut madzhab Hanafi hukum I’tikaf ada 3 macam :

1- I’tikaf Wajib
I’tikaf ini menjadi wajib karena Nadzar,, misal seseorang berNadzar akan I’tikaf jika do’a/hajat nya terkabul..

2- I’tikaf Sunnah
Yaitu I’tikaf sebagaimana yang biasa di lakukan oleh Rasulullah saw., yakni I’tikaf selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

3- I’tikaf Nafil.
Yaitu I’tikaf tanpa batasan waktu& hari, kapan Saja seseorang berniat i’tikaf,, maka ia dapat melakukannya.

Pahala dan KeUtamaan I’tikaf itu sangat Banyak,, sehingga Rasulullah saw. Senantiasa memperhatikannya..

Ibnul Qayyim rah.a. Menjelaskan bahwa tujuan I’tikaf adalah untuk menghubungkan hati kepada Allah Swt. Dengan mengalihkan hati dari segala sesuatu selain Allah Swt. Dan mengubah segala kesibukan kita dengan menyibukkan diri dengan mendekatkan kepada Allah semata..

Tempat I’tikaf bagi Laki-laki; Masjid yang paling Utama untuk I’tikaf adalah Masjidil-Haram di Mekah, lalu Masjid Nabawi di Madinah Al-Munawwarah, kemudian Masjid Baitul-Maqdis, kemudian Masjid Jami’ kemudian di Masjid Di Kampung Masing-masing.. Menurut Imam Abu Hanifah rah.a. Masjid yang bisa di gunakan Untuk I’tikaf adalah masjid yang biasa di gunakan Sholat Berjamaah 5 waktu..

Sedang Bagi kaum Wanita; di anjurkan I’tikaf di Musholla di dalam rumahnya, atau tempat Sholat di dalam rumahnya,, makanya di anjurkan menyediakan tempat khusus di dalam Rumah bisa berupa ruangan atau sudut tertentu untuk Sholat 5 waktu.. Dengan Hanya berdiam diri di tempat sholat didalam Rumahnya sendiri seOrang Wanita akan Mendapatkan Pahala dan KeUtamaan I’tikaf seperti kaum Pria yang I’tikaf di Masjid-Masjid asal kan didului dengan baca Niat I’tikaf..

Hadits :
Artinya ” Dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a. Bahwa Rasulullah saw. Beri’tikaf pada sepuluh hari awal bulan Ramadhan, kemudian di lanjutkan sepuluh hari pertengahan dalam sebuah kemah Turki, kemudian beliau mengulurkan kepalanya seraya menyeru Manusia, maka Orang-orang pun mendatanginya. Lalu beliau Bersabda :”Aku telah beri’tikaf sejak sepuluh hari awal Ramadhan ini untuk mendapatkan Lailatul-Qadar, kemudian sepuluh hari pertengahan. Lalu di katakan kepadaku bahwa Lailatul Qadar itu ada di sepuluh hari yang terakhir. Maka barang siapa ingin beri’tikaf, I’tikaflah pada sepuluh hari yang terakhir.” lalu Orang-orang pun beri’tikaf bersama beliau. Beliau Bersabda :”Aku bermimpi melihat lailatul-Qadar pada malam ini, tetapi di buat lupa, dimana pagi-pagi aku sujud di tanah basah. Maka carilah pada sepuluh malam terakhir dan carilah pada malam-malam ganjil.” memang malam itu hujan, sehingga masjid tergenang air. Setelah selesai sholat shubub, Rasulullah saw. Keluar sedang di kening beliau menempel tanah basah. Malam itu adalah malam ke-21 dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”
(Bukhari,Muslim – Misykat)

I’tikaf pada bulan Ramadhan adalah amalan yang biasa dilakukan oleh Nabi saw. Pada bulan Ramadhan beliau Beri’tikaf selama sebulan Penuh,, namun kebiasaan Beliau Nabi Saw. Adalah beri’tikaf selama Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.. Makanya Para ulama berpendapat bahwa beri’tikaf sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan adalah Sunnah Muakkadah..

Hadits:
Artinya :” Dari Ibnu Abbas r.huma, Rasulullah saw. Bersabda mengenai Orang yang beri’tikaf, bahwa dengan Beri’tikaf Ia melepaskan dosa-dosa dan akan di beri pahala sebagaimana orang yang berbuat kebaikan seluruhnya.”
(Ibnu Majah – Misykat)

Maksudnya apa bila biasanya saat SeseOrang tidak beri’tikaf, ia mengerjakan amal kebaikan lain seperti; membantu Orang tua, bersilaturahmi dan lain sebagainya,, maka Ia akan tetap mendapatkan pahala yang biasa dilakukannya tersebut meskipun Ia sedang Beri’tikaf dan tidak melakukan kebiasaan ter sebut di samping Pengampunan dari Dosa-dosanya dengan KeUtamaan I’tikaf..

Demikian Sharing singkat kita tentamg I’tikaf,, semoga mendatangkan Mamfaat bagi kita semua.. Amin..

PISS..

Wassalamu’alaikum wr.wb.

~ oleh Hourex150L pada Agustus 26, 2011.

11 Tanggapan to “I’TIKAF”

  1. wohh…. ustad horek akhirnya tausiyah lg….

  2. josssssssssssssssssssss

  3. Kulo nuwun mas, nderek numpang lewat ke mawon.

  4. jamaah….oooo…..jamaaahhhh
    ijin nitip nmp rasa ninja bro
    http://www.nanared.wordpress.com/2011/08/27/pasang-windshield-ninja-di-nmp/

  5. sangat bermanfaat sob,… thanks share nya,…. salam

  6. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H

    http://warungmotor.wordpress.com/2011/08/29/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432-h/

  7. minal aidin wal faidzin mas
    Nitip warung bro,maw mudik dulu
    http://www.nanared.wordpress.com/2011/08/29/selamat-idul-fitri-1432-hijriah-minal-aidin-wal-faidzin/

  8. met lebaran pakdhe…
    Btw saiki koq artikele jarang n gak ad artikel ttg otomotif blazz ???
    Kemana ni pakdhe??
    Blognya ud ganti blog ttg agama y??

    • yub Sama-sama Mas, minal aidzin wal fa idzin jg..

      Yaa maaf saja gak sempet aja liat blog,, blognya tetep kok (Bukan blog Agama)..

      *Cm sekedar ikut memuliakan bulan Ramadhan saja Mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: