Toleransi Dalam Kehidupan Beragama


Assalamu’alaikum wr.wb.

Alhamdulillah.. Mas Bro – Diajeng semua,, setelah 3 x 24 jam penuh gak bisa Online dikarenakan Berlibur ke Rumah Mertua di Rimbo Bujang – Jambi.. Salain Kwalitas signal yang Juelek puool,, juga lumayan sibuk banget selama disana..

Okelah seselai basa basinya en beck to topik ya,, di karenakan Istri Saya seOrang Mualaf jadi kedua Mertua Saya adalah Non Muslim.. Namun meski demikian Saya sekeluarga tetep Merasa Sangat Nyaman Berada di sana,, Karena Begitu Besarnya Tolenransi yang ditunjukan Oleh Mereka.. Bukan hanya Merelakan Anak Bungsu kesayangannya BerPindah Agama Menjadi Muslimah dan Menerima Saya Yang waktu itu Masih BRANDALAN dan belum mau/bisa berusaha taat kepada Allah Swt. Menjadi menantunya,, tapi Mereka juga mulai ikut merayakan Lebaran / Idul Fitri sebagai mana Umat Muslim umumnya.. Mulai dari mendekorasi ulang (re-paiting) Rumah serta membuat Kue-kue lebaran,, juga mendukung kami dalam berIbadah (Saya di berikan Sarung Untuk Sholat dan Istri Saya Juga di belikan Jilbab) sebagai THRnya..

Disisi lain Saya sering Malu dengan Mereka Saat Meliat bersama Mereka Betapa Saudara-Saudara Yang Mengaku Muslim di negri ini sering masuk berita berlaku AROGAN dengan Umat Agama lain,, dan bersikap menentang peribadatan Mereka.. Bukannya ISLAM itu Agama “Rahmatan lil A’lamin”,, jangan kan kepada sesama Manusia, tapi Islam juga Harus dapat Menjadi Rahmat bagi Seluruh Alam semesta termasuk Binatang dan tumbuhan.. Islam harus bisa memberikan rasa Aman sekitarnya,, Islam juga harus dapat memberikan rasa Menyenangkan terhadap lingkungannya (Hadits)

Islam juga mengajarkan agar MENGHARGAI Umat Agama lain seperti Firman Allah Swt. Dalam Al Qur’an surat Al Kafirun,, dan Hadits Nabi yang memerintahkan Untuk melindungi kaum Non Muslim yang lemah(Majusi=Penyembah api) di Madinah dari gangguan kaum Kafir Quraisy dan kaum Muslim sendiri..

Sebagai Contoh dari Rasulullah saw.; Nabi Muhammad Saw. Sangat menyayang pamannya (Abu Tholib) meski jelas-jelas Pamannya seOrang Kafir, dalam sebuah Hadits di terangkan Nabi saw. Menjilati seluruh tubuh Pamannya sebelum Meninggal agar terbebas dari panas Api Neraka..

Sebagai seOrang Bikers yang Sok Alim dan Mendadak menulis tentang sesuatu yang ber Bau Agamis walaupun Saya juga sadari tidak memiliki BackGround yang cukup di sini (semoga Saya bukan termasuk Golongan Orang Munafik, Amin),, tapi mengingat dalam suasana Bulan yang Mulia (Ramadhan) dan perintah Allah di dalam Firmannya dalam Al Qur’an surat al Asri ayat 3 dan surat Ali – Imran ayat 110 tentang ‘menyampaikan dan mengajak’ meski masih jauh dari kesempurnaan,, semoga ada Mamfaatnya terutama bagi Saya yang menyampaikan untuk berusaha Menghargai Keyakinan lain serta memberikan kebebasan mereka beribadah sesuai keyakinan Mereka..

Apabila Ada benarnya semata datang dari Allah Swt., dan bila terdapat kesalahan semata karena kebodohan Saya maka di mohon Koreksinya..

Kip Bradehud en PISS..

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Iklan

~ oleh Hourex150L pada Agustus 18, 2011.

24 Tanggapan to “Toleransi Dalam Kehidupan Beragama”

  1. Sip

  2. Wah menarik yg rosulullah menjilati seluruh tubuh paman beliau,beneran tu hadist shahih?
    tentang menghalang2i peribadatan umat agama lain,mmm bisa lebih konkrit?contohnya,soalny jujur ane blum pernah denger,baik di tv,maupun cerita.

  3. psotingannya kedobel, asekkk
    Yang waktu itu Masih BRANDALAN ( emang sekarang dah tobat????? tetep berandalan pake ninja, ewkwkwkwk )

  4. Tinggal di planet mana? Belum tahu ya rasanya jadi minoritas di Ina? Jangankan peribadatan. Mau kerja susah, sampai mau mati saja susah cari kuburan.

  5. Komentar tadi buat Zukro, lupa nulisnya.

  6. bagus mas! aq juga hidup seperti sampean, toleransi harus…soale kita hidup bukan dihutan

  7. di bumi Allah mas joko.. 🙂 makanya itu sy belum pernah dengar tu,coba mas hourex ceritakan..

    • beberapa kali pernah terjadi pelarangan di sertai pengrusakan tempat ibaadah umat agama minoritas di suatu daerah oleh Masyarakat sekitar yang di liput televisi..

      *keknya gak perlu saya sebut nama /daerahnya Mas Bro..

      PISS..

      • wah komen ane yangkut bro, menurut ane posting sampeyan ini kurang bijak. bisa jadi bola panas, bisa menimbulkan perdebatan yang panjang,
        “Tinggal di planet mana? Belum tahu ya rasanya jadi minoritas di Ina? Jangankan peribadatan. Mau kerja susah, sampai mau mati saja susah cari kuburan.” lihat komen ini, gimana menurut sampeyan? ada kebencian di komentar ini?kental sekali…
        jujur postingan ente ini cuma jadi kompor memperkeruh keadaan.. PISS
        oya hadistnya mana?yang Rosululloh menjilati seluruh tubuh paman beliau?

      • *keknya gak perlu saya sebut nama /daerahnya Mas Bro..
        oya disebut aja nama/daerahnya? dengan jelas ente menyebut umat muslim tidak toleransi dengan agama lain (ente bilang sebagian, tp yg sebagian itu tetep saudara ane sesama muslim 🙂 ) , knp agama yang tidak mendapatkan toleransi dari umat muslim ga disebutkan?
        Nasrani, Budha, Hindu, Konghucu? umat islam sangat toleran dengan agama-agama ini, belum pernah ane dengar namanya pelarangan peribadatan oleh umat muslim.
        apa yg ente maksud Ahmadiyah?kalo gitu ente harus pelajari dulu apa itu ahmadiyah, sejarahnya, baru ente bisa bilang umat muslim ga toleran.

  8. @hourex:diakhir artikel sampeyan minta koreksi kan?jd gpp to kalo saya ksh masukan.
    Menurut saya postingan sampeyan ini kurang bijak,bisa menimbulkan perdebatan antar umat agama, contohnya komentar joko di atas.kalo dibiarkan bisa jd lbh parah.

  9. Nice Artikel gan!
    Lanjutkan dan jgn dengarkan bisikan setan…

  10. famili saya yang dari kakek semuanya Nasrani (kakek dulunya Nasrani juga), tapi kami rukun2 saja. Kalo idul fitri mereka berkunjung, dan kalo Natal kami yang mengunjungi mereka. Hmmm…..rasanya kami jadi punya 2 hari raya
    http://kristalkuning.wordpress.com/2011/08/18/kopling-manual-bikinan-sendiri/

  11. @ zukro
    Paling susah memang menerima kenyataan yg tidak sesuai keinginan kita. Semua orang pasti yakin kalau dirinya benar, tapi coba deh sekali2 tempatkan diri di posisi orang lain. Soal peribadatan, bahkan pemerintah sengaja mempersulit pendirian tempat ibadah. Soal pekerjaan, begitu tahu dari golongan minoritas, nggak jadi diajak kerja. Soal cari kuburan, kami harus beli tanah di tempat lain karena tidak bisa mengubur ibu kami di kampung sendiri. Untung banyak yg tidak begitu, tapi golongan yg seperti itu kok rasanya tambah banyak saja.
    Terimakasih utk yg masih toleran, berkat kalian, kami masih punya kesempatan utk hidup dan cari nafkah di negeri ini. Btw, aku bukan ahmadiyah, orang jawa asli, tinggal di pulau Jawa juga.

  12. @joko :

    kebalik kali mas,setau saya nih sekarang ini umat muslim udah kebanyakan toleransi, emang sih ada beberapa oknum yang menamakan Islam tapi perbuatannya merusak Islam itu sendiri, cuma kalo sampeyan bilang mau di kubur aja susah ? dimana tuh ya ? perasaan kalo di taman pemakaman umum ada unit2nya tuh untuk agama2 tertentu, sampeyan jawa mana ? terus masalah lapangan pekerjaan sebagai seorang konsultan saya mempunyai banyak klien dimana saya harus mengunjungi klien2 saya setiap bulan, mayoritas klien yang saya kunjungi disana terlihat komposisi karyawan berdasarkan ras dan agama, maka komposisi buat orang muslim bisa di bilang sekitar 10%, yang 90% ya itu kristen, kalo pun ada yang muslim mereka akan merekrut tenaga2 seperti ob dan og, jadi pada kenyataannya umat Islam yang mayoritas secara kuantitas malah terzolimi di negeri sendiri yang mana nenek moyang mereka berjuang dan berkorban harta dan nyawa tapi hasilnya mana ? yang menikmati malah orang lain, banyak temen saya yang non muslim hampir rata2 sikapnya seperti sampeyan yang kalo di depan temen muslimnya ketawa ketiwi di belakang mencaci maki, ada juga sebagian kecil yang memang sifatnya bagus dan menurut saya non muslim yang sifat dan dasarnya toleran banget ini yang perlu di berikan toleransi yang berlebih ketimbang orang2 seperti anda yang mengedepankan kebencian yang membabi buta, mending sama2 deh revolusi aja berantas korupsi dari pada isu2 agama ga ada habisnya malah semakin menambah kebencian sampeyan terhadap agama Islam

    saya cuma coba meluruskan, piss ahhh

  13. @ tjakra
    Nggak Mas, di tempat saya pemakaman umum nggak boleh diisi non muslim, ada banyak kelurahan di daerah saya yg begitu. Harus cari kelurahan yg lebih toleran. Soal pekerjaan, Bos saya sendiri yg meminta nama saya yg berbau Kristen utk mengganti dgn nama panggilan saya yg netral, karena banyak kliennya yg secara tegas langsung menolak kalau ketahuan Kristen. Bos saya orang Muslim tapi toleran. Apakah ada nada kebencian di kata2 saya? Saya hanya memaparkan fakta yg saya alami, yg diingkari oleh Zukro. Sebagian besar teman saya orang muslim (namanya juga mayoritas) dan mereka tahu yg saya alami. Secara individual mereka toleran dan baik, tapi ceritanya jadi lain kalau sudah berkumpul dalam jumlah besar. Sebagian kecil menunjukkan kebenciannya kepada minoritas, sayangnya sebagian besar yg toleran malah tidak menunjukkan suaranya. Saya akui, situasi ini membuat minoritas jadi defensif, seperti perusahaan yg dimiliki minoritas, karyawannya diambil dari golongannya sendiri. Tapi ini lebih disebabkan krn karyawannya itu, susah cari kerja di tempat lain. Faktanya, banyak tempat pekerjaan dan bahkan kantor pemerintahan yg sekarang mewajibkan jilbab, bagaimana minoritas bisa kerja di situ? Kenapa kita masih membedakan orang dari agamanya, kenapa nggak dari sifat dan kemampuan individunya saja? Anggap saja ini ujian, bagi mayoritas, apakah akan mentoleransi orang yg lebih lemah? Bagi minoritas, apakah bisa membalas kejahatan dgn kebaikan. Ada yg berhasil, ada yg gagal, tapi mengingkari kenyataan sudah pasti akan membuat tolerasi semakin jauh utk diwujudkan.

  14. Buat Mas Hourex, makasih sudah buat posting seperti ini, maaf kalau saya malah mengotori blog sampeyan. Tapi Mas Hourex sendiri bisa lihat, memperjuangkan toleransi, walaupun golongan mayoritas yg mengusahakan, tidak selalu mudah, apalagi bagi golongan minoritas. Tapi jika lebih banyak orang seperti anda, mudah2an Indonesia bisa jadi tempat yg lebih damai.

    Nb. Untung aku nggak tinggal di Bogor.

  15. Menurut saya, sesusah susahnya umat non muslim jadi minoritas diindonesia masih lebih susah umat islam jadi minoritas ditempat atau negara lain.

  16. @joko
    jangan bawa2 bogor sebab ane urang bogor, walaupun ane minoritas tp dalam bbrp hal diperhatikan lho sm pemdanya, mmg sih ada bbrp kasus tp bukannya itu jd batu ujian buat kita semua, udah lha masih byk urusan yg lebih penting utk diurus, saya jg minoritas tp tak spt anda…..

  17. siippp……artikelnya bagus… ^_^

  18. Ehm..kayaknya sudah mulai panas nih.. 🙂
    @hourex:yg saya pahami dr artikel ini, situ dg gampangnya bilang bahwa umat muslim itu tidak toleran. Dan inilah yg ditangkap oleh Joko,sbgai kesempatan emas untuk menyerang islam.artikel ini memberikan angin segar kpd musuh2 islam.
    oya,saya tagih lagi,mana hadist yg menyatakan Rosululloh menjilati seluruh tubuh paman beliau?maaf,yg saya tahu,rosulullah memintakan ampun paman beliau kepada Allah(bkn dg menjilati tubuh),tetapi itu tidak dikabulkan oleh Allah,abu tholib tetap mendapat siksa neraka,siksa neraka paling ringan,
    kita sebagai muslim memng diembankan amanah untuk menyampaikan apa yg datang dr rosululloh walaupun hanya 1 ayat,tp sampaikan apa yg benar2 datang dari beliau SAW.. Bukan dr hawa nafsu,atau pemikiran kita yang masih terbatas ini..

  19. @ Zukro
    Saya yakin anda punya mata, jadi tolong buka mata anda. Apakah hanya karena saya bukan muslim itu membuat saya menjadi musuh Islam. Musuh Islam atau musuh anda yang merasa paling Islam? Sudah baca berita hari ini? Itu yang masuk berita, lebih banyak yang tidak masuk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: